Thursday, March 4, 2010

Tutorial script PHP : Tes koneksi ke server MySQL menggunakan script PHP

Sebelum melakukan pengetesan koneksi, pastikan server MySQL anda telah aktif. Karena kalau belum aktif bagaimana bisa melakukan koneksi... hehehehe...

Srirpt untuk melakukan tes koneksi :

TesKoneksi.php

<?php
$host="localhost";
$user="root";
$password="";
$koneksi=mysql_connect("$host","$user","$password");
if($koneksi)
{
echo"Koneksi ke server MySQL menggunakan script PHP berhasil";
}
else
{
echo"Koneksi ke server MySQL menggunakan script PHP gagal";
}
?>



Keterangan script PHP di atas:

Isi $host dengan nama host anda, biasanya bila menggunakan local server namanya localhost.

Isi $user dengan user name SQL anda.

Isi $password dengan password SQL anda.

Jalankan TestKoneksi.php apabila koneksi berhasil maka di browser akan muncul Koneksi ke server MySQL menggunakan script PHP berhasil, sedangkan apabila koneksi ke server gagal maka kan muncul Koneksi ke server MySQL menggunakan script PHP gagal.


---o0o--- Selamat mencoba ---o0o---

[Download Tutorial]



Wednesday, March 3, 2010

Tutorial script PHP : membulatkan bilangan pecahan dengan script PHP

Dalam pembagian biasanya sering di jumpai hasil yang pecahan. Misalnya 10 dibagi 15 hasilnya adalah 0.66666666. biasanya untuk bilagan pecahan saya lebih suka mengambil dua angka di belakang koma, sehingga hasilnya menjadi 0.67. sekarang bagaimana bila hal tersebut ingin di pakai dalam pemrograman PHP. Script PHP-nya adalah sebagai berikut:


$hasil=round($nilai,2);


Pada script di atas $hasil adalah hasil yang sudah dibulatkan, $nilai adalah nilai dari bilangan pecahan yang akan di bulatkan dan 2 adalah angka yang dibelakang koma.

contoh.php


<?php

$nilai=10/15;

$hasil=round($nilai,2);

echo"$nilai<br>";

echo"$hasil";

?>

Dari hasil script PHP di atas akan muncul hasil $nilai dan $hasil, untuk $nilai keluaranya adalah 0.666666666667 sedangkan untuk $hasil keluaranya adalah 0.67

[Download tutorial]



Tuesday, March 2, 2010

Tutorial script PHP : script untuk menampilkan informasi ip dan browser

Script untuk menampilan informasi IP address

Script ini di gukana untuk melihat ip adrress pada client, scripnya adalah sebagai berikut:

ip_address.php


<?php

$ip_address=$_SERVER['REMOTE_ADDR'];

echo "$ip_address";

?>




Hasil dari script di atas adalah informasi tentang ip address client, bila anda mengakses menggunakan localhost maka informasi yang keluar adalah 127.0.0.1 karena ip address dari localhost adalah 127.0.0.1



Script untuk menampilan informasi Browser dan operating system

Script ini di gunakan untuk melihat informasi browser dan operating system pada client, scripnya adalah sebagai berikut:

info.php


<?php

$info=$_SERVER['HTTP_USER_AGENT'];

echo "$info";

?>



Hasil dari script di atas adalah informasi tentang browser dan operating sistem pada client.

[Download tutorial]



Tutorial script PHP : Format date pada PHP

Pada script PHP banyak sekali format untuk menampilkan date. Lihat tabel format date pada PHP

contoh dari penggunaan format date pada script PHP


<?php

$hari=date("w");


$date=date("d F Y");

if($hari==0) {$hari="Minggu";}

if($hari==1) {$hari="Senin";}

if($hari==2) {$hari="selasa";}


if($hari==3) {$hari="Rabu";}

if($hari==4) {$hari="Kamis";}

if($hari==5) {$hari="Jumat";}

if($hari==6) {$hari="Sabtu";}


echo "$hari, $date";

?>


Jika hari ini hari selasa tanggal 2 maret 2010, maka tampilan dari script PHP di atas adalah Selasa, 02 March 2010

Contoh lain untuk menampilkan format hari dan tanggal dalam bahasa indonesia yaitu:


<?php
/*-hari dalam indonesia-*/
$hari=date("w");
$arr_hari=array("Minggu","Senin","Selasa","Rabu","Kamis","Jumat","Sabtu");
$hari=$arr_hari[$hari];
/*--------*/

/*-bulan dalam indonesia-*/
$bln=date("n");
$arr_tgl=array("Januari","Februari","Maret","April","Mei","Juni","Juli","Agustus","September","Oktober","November","Desember");
$bln=$arr_tgl[$bln-1];
/*--------*/

/*-penulisan langsung tanpa menyimpan hari, tanggal, bulan, dan tahun pada suatu variabel-*/
echo"$hari, ".date("d")." $bln ".date("Y");
/*--------*/

echo"<br>";

/*-penulisan dengan menyimpan hari, tanggal, bulan, dan tahun pada suatu variabel-*/
$tgl=date("d");
$thn=date("Y");
$full_date="$hari, $tgl $bln $thn";
echo"$full_date";
/*--------*/
?>

Jam_sekarang.php


<?php


$jam=date("H:i:s");

echo"$jam";

?>



Dari script PHP di atas jam tersebut nampak diam, tetapi sebenarnya berubah sesuai dengan jam di komputer. Setiap browser di refresh maka jam akan berubah sesuai dengan jam pada komputer.

[download tutorial]



Monday, March 1, 2010

Check Javascript Browser Enabled / Disabled

Javascript biasa digunakan untuk membuat suatu validasi dari suatu form input karena javascript merupakan bahasa pemrograman web yang bersifat client side, yaitu bahasa pemrograman yang proses eksekusi perintahnya dilakukan pada sisi client, sehingga membuat validasi dengan javascript tanpa perlu mereload suatu halaman. Tetapi javascript memiliki suatu kelamahan. Dalam hal validasi seseorang bisa saja memasukan data yang tidak sesuai dengan aturan validasi yang dibuat dengan script javascript, untuk memasukan data yang tidak valid tersebut user cukup mematikan / disable javascript browser yang digunakan, selanjutnya user dapat menginputkan data yang tidak sesuai dengan aturan validasi yang dibuat. Bayangkan jika validasi extensi file upload bisa diabaikan..? Jika validasi extensi file upload tersebut hanya memperbolehkan seorang user mengupload file extensi jpg, dan user tersebut me- nonaktif / disable javascript browser yang digunakan, maka ia dapat mengupload file dengan extensi apa saja misalkan exe. Bayangkan jika user tersebut mengupload sebuah virus?

Untuk mengatasi masalah tersebut kita dapat membuat suatu aturan yang mengharuskan user meng- aktif / enable javascript browser yang digunakan, jika javascript browser disable / nonaktif kita dapat meng-kick user tersebut sehingga ia tidak dapat memasukan data jika javascript browser disable / nonaktif. Untuk dapat membuat aturan tersebut kita harus dapat melakukan check javascript browser enabled / disabled dengan membuat suatu script yang akan disisipkan ditiap halaman atau dihalaman yang anda anggap perlu, dan sebuah halaman kita buat sebagai output dari user yang kita kick.

- Script yang disisipkan:


<noscript>
<meta http-equiv="refresh" content="0;URL=js_disable.php" />
</noscript>


js_disable.php adalah halaman tujuan kick dari user yang nonaktif / disable javascript browser yang digunakannya.

- js_disable.php

<!DOCTYPE html PUBLIC "-//W3C//DTD XHTML 1.0 Transitional//EN" "http://www.w3.org/TR/xhtml1/DTD/xhtml1-transitional.dtd">
<html xmlns="http://www.w3.org/1999/xhtml">
<head>
<meta http-equiv="Content-Type" content="text/html; charset=iso-8859-1" />
<title>Javascript Disabled</title>
</head>
<body>
<center>
<noscript>
<h3>Javascript anda tidak aktif mohon aktifkan / enabled javascript browser anda.</h3>
</noscript>
</center>
</body>
</html>

Dengan begitu user yang nonaktif / disable javascript browser yang digunakannya akan dialihkan kehalaman js_disable.php dan diberikan sebuah peringatan untuk meng- aktif / enable javascript browser yang digunakannya.
[DOWNLOAD SCRIPT DISINI]

Thursday, February 25, 2010

Script untuk mengubah ukuran ( resize ) gambar menggunakan javascript

Di sini saya akan mencoba membahas bagaimana cara mengubah ukuran gambar menggunakan javascript. Karena script yang saya gunakan adalah javascript maka proses dari mengubah ukuran gambar ini tidak memerlukan local server, seperti php.

ukuran Gambar normal

Ukuran gambar di perkecil
Ukuran gambar di perbesar




Scriptnya seperti ni:




<html>

<head>

<title>mengubah ukuran gambar menggunakan javascript</title>

<script type="text/javascript">

var panjang;

var lebar;

var x = 0;

function bacaUkuran()

{

panjang = document.getElementById("gambar").width;

lebar = document.getElementById("gambar").height;

}


function tambahSize()

{

x++;

document.getElementById("gambar").width = Math.pow(2, x) * panjang;

document.getElementById("gambar").height = Math.pow(2, x) * lebar;

}


function kurangiSize()

{

x--;

document.getElementById("gambar").width = Math.pow(2, x) * panjang;

document.getElementById("gambar").height = Math.pow(2, x) * lebar;

}


function resetSize()

{

x = 0;

document.getElementById("gambar").width = Math.pow(2, x) * panjang;

document.getElementById("gambar").height = Math.pow(2, x) * lebar;

}

</script>

</head>

<body onload="bacaUkuran()">

<div align="center">

<h1>contoh mengubah ukuran gambar dengan javascript</h1>

<input type="button" value="perkecil" onclick="kurangiSize()" />

<input type="button" value="ukuran semula" onclick="resetSize()" />

<input type="button" value="perbesar" onclick="tambahSize()" />

<br/><br/>

<img id="gambar" src="Sunset.jpg"/>

</div>

</body>

</html>







Keterangan dari javascript di atas adalah :


var panjang;


var lebar;


var x = 0;


function bacaUkuran()


{


panjang = document.getElementById("gambar").width;


lebar = document.getElementById("gambar").height;


}




Buat 3 button/tombol, yang masing-masing namanya  perbesar, perkecil dan ukuran semula. Tombol “perbesar” di gunakan untuk memperbesar ukuran gambar 2 kali dari ukuran gambar seblumnya. Tombol “perkecil” di gunakan untuk untuk memperkecil ½ kali dari ukuran gambar sebelumnya. Dan tombol “ ukuran semulah digunakan untuk mengubah gambar ke ukuran aslinya.


Perhatikan Javascript di atas, bahwa variabel panjang dan lebar sengaja dibuat sebagai variabel global karena nantinya akan digunakan dalam proses perhitungan untuk setiap proses (perbesar ukuran dan perkecil ukuran). Apabila kedua variabel tersebut dibuat lokal dalam function bacaUkuran() maka nilai-nilainya hanya bisa dikenal dalam function tersebut saja.


Misalkan mula-mula panjang imagenya adalah x. Setelah diperbesar 2 kali maka panjang imagenya adalah 2x. Bila diperbesar lagi maka panjang imagenya menjadi 4x, dst. Secara umum panjang image setelah diperbesar n kali adalah 2nx. Bila n = 0, maka akan diperoleh panjang image mula-mula. Hal yang sama juga berlaku untuk lebar imagenya. Nah… ide ini bisa kita terapkan dalam bentuk script.


Perintah Math.pow(2, x) digunakan untuk menghitung 2x pada Javascript.


Perintah document.getElementById("gambar").width = Math.pow(2, x) * panjang; digunakan untuk mengubah panjang image yang tampil dalam browser menjadi 2x * panjang aslinya.


Sedangkan untuk memperkecil ukuran image, kita cukup melakukan decrement pada variabel x nya saja (x--). Misal mula-mula panjang image adalah x (20x) pixel, lalu diperbesar menjadi 2x (20+1x = 21x), lalu diperbesar lagi menjadi 4x (21+1x = 22x). Selanjutnya diperkecil, maka panjangnya menjadi kembali ke 2x (22-1x = 21x). Bila diperkecil lagi menjadi x (21-1x = 20x), dan bila diperkecil lagi menjadi 1/2 x (20 – 1x = 2-1x) dst.


Yang terakhir, untuk tombol ketiga (=) dimana bila tombol ini ukuran image akan direset menjadi ukuran aslinya. Idenya adalah dengan memberi nilai x = 0, untuk mendapatkan panjang dan lebar image aslinya. Bila nilai x = 0, dan panjang image aslinya x, maka 20x = x (sama seperti ukuran aslinya), demikian pula untuk lebarnya


[download script]

dasar-dasar HTML

Sebenarnya, dokumen HTML hanyalah sebuah dokumen teks biasa dan sebut sebagai Markup Language yakni bahasa yang mendukung kode penanda yang si sebut HTML yang di gunakan untuk mengatur format tampilan suatu dokumen. Kode ini di selipkan ke dalam teks HTML, berfungsi untuk mengontrol format dan layout dalam dokumen, menunjuk ke suatu hyperlink, dan lain-lain. Tag HTML ini menggunakan simbol khusus dan untuk menandakan suatu kode instruksi, simbol ini adalah kurung siku < dan >.

Hal yang harus di perhatikan adalah kode tag HTML ini taidak bersifat case-senditif artinya <body> sama dengan <BODY> ataupun <bOdY>. Pada umumnya banyak dari pemakai HTML menggunakan hufur besar dalam penulisan tag HTML sehingga kode-kode ini terlihat jelas, sehingga mempermudah proses pembacaan. Semua bagian HTML terdiri dari dua bagian logikal yaitu :

  • Bagian kepala (head). Secara umum, bagian kepala terdiri dari dokumen HTML berisi informasi umum mengenai dokumen.
  • Dan bagian badan (body) yaitu berisi dokumen yang sebenarnya.

Setiap dokumen HTML harus dimulai dan di akhiri dengan tag <HTML> yang mendeklarasikan suatu dokumen sebagai dokumen HTML. Sruktur dasarnya adalah sebagai berikut:



<html>
<head>
  <title>Judul</title>
 </head>
<body>
ISI WEB
</body>
</html>



Keterangan:

<html> ... </html>

Mendefinisika bahwa text yang berada di antara kedua tag tersebut adalah file HTML.

<head> ... </head>

Sebagai informasi tag header. Di dalam tag ini kita bisa meletakan tag-tag TITLE, BASE, ISIINSEX, LINK, SCRIP, STYLE dan META

<title> ...</title>

Sebagai titel atau judul halaman/form, digunakan sebagai identifikasi dokumen. Dokumen yang terletak dalam tag ini akan muncul pada bagian atas browser anda (pada title bar).

<body> ...</body>

Mendefinisikan teks beserta formatnya yang hendak di tampilkan sebagi isi halam web. Di dalam tag ini bisa di letakan berbagai page atribut seperti bgcolor, baground, text, dan lain-lain.
[download ebook]